Oleh, Ismail Darimi
Dalam bukunya "The Academic Ethics" Edward shils menyebutkan adanya "Universitas yang Terpecah-Belah." Ketika memulai analisisnya tentang ini, ia mengetengahkan pernyataan yang cukup menggelitik.
"Barangkali tidak ada satu universitas pun yang pernah betul-betul bebas dari konflik atau egoisme. Tidak ada satu universitas pun yang pernah menjadi objek kepedulian semua anggotanya, yang masing-masing mengakui manfaat intelektual yang didapat anggotanya dari universitas itu."
Fenomena semacam itu semakin memperlihatkan bentuknya yang lebih kentara pada universitas-universitas atau perguruan tinggi kita menyebabkannya betul-betul menjadi universitas yang terpecah-belah, jika bukannya menjadi universitas yang kehilangan semangat dan kepercayaannya.
Dalam bentuknya yang lebih spesifik dan temporal, diIndonesia terlihat bahwa universitas-universitas kita telah menampakkan perannya yang penting dalam menggulirkan reformasi bangsa. Namun, dalam proses lebih lanjut, mareka tampak belum berhasil menjalankan rumusan dan formulasi serta perencanaan yang mareka buat.
Dalam suasana yang dìsebut terakhir, kalangan universitas lebih banyak bertindak sebagai tenaga carteran dalam berbagai proyek. Atau paling benter sebagai lembaga kontrol (partikelir) bagi pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. Itupun terbatas bagi mareka, kaum akademisi yang rajin. Sekali-sekali para mahasiswa melakukan demontrasi jika ada mareka anggap terlalu parah.
Melorotnya peran universitas itu sering kali disebabkan adanya kerepotan domestik universìtas yang membuat mareka sibuk dengan persoalan diri sendiri.
Jika persoalan domestik ini terus berlangsung, boleh jadi peran dan muru-ah universitas-universitas kita semakin melorot dan akan semakin banyak dinegeri ini universitas yang terpecah-belah dan kehilangan kepercayaan.
Jika demikian, salah satu agenda dunia kampus yang mendesak adalah mengeliminasi atau menjauhi hantu domestik kampus ini, kemudian bersatu untuk mengerjakan tugas-tugas ilmiyah, kemasyarakatan, dan bersatu untuk meningkatkan kualitas ilmu dan kehidupan secara bersama yang bernuansa akademik.
(sepenggal kutipan bpk SH dalam bukunya)